Jakarta –
Sebanyak 4 kampus yang berlokasi di Hong Kong menempati posisi teratas dalam daftar pemeringkatan “kampus paling internasional” atau world’s most international universities tahun 2025 versi Times Higher Education (THE).
City University of Hong Kong menempati posisi pertama sama seperti tahun sebelumnya diikuti The Hong Kong University of Science and Technology. Kedua kampus ini disusul The Hong Kong Polytechnic University yang sebelumnya berada di posisi ke-10. Adapun University of Hong Kong naik 2 peringkat dari tahun sebelumnya.
Kampus dari negara-negara yang terkenal dengan penelitian seperti Amerika Serikat, Jerman, China, dan Prancis masih mendominasi daftar pemeringkatan tersebut. Hanya saja, sebagian besar mengalami penurunan peringkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daftar universitas paling internasional di dunia didasarkan pada data yang dikumpulkan untuk THE World University Rankings 2025. Daftar ini didasarkan pada empat metrik yang memiliki bobot yang sama yaitu proporsi staf internasional dan mahasiswa internasional.
Kemudian proporsi penulisan kolaborasi internasional (porsi dari total publikasi jurnal penelitian universitas antara tahun 2019 dan 2023 yang memiliki setidaknya satu kepenulisan bersama internasional, dinormalisasi untuk memperhitungkan campuran subjek institusi).
Metrik terakhir adalah proporsi reputasi internasional (porsi suara dari luar negara asal yang dicapai institusi dalam Survei Reputasi Akademik tahunan THE , yang meminta para akademisi terkemuka untuk menyebutkan universitas terbaik dunia untuk pengajaran dan penelitian di bidangnya).
Penulisan Kolaborasi Internasional dengan Akademisi China Daratan Meningkat
Naiknya peringkat kampus-kampus di Hong Kong tersebut disumbangkan skor kolaborasi internasional dengan penulis dari kampus kawasan lain yang terpublikasi di jurnal.
Skor penulisan bersama untuk universitas di Hong Kong meningkat sekitar 70 persen antara tahun 2019 dan 2023. Terutama jumlah artikel jurnal yang ditulis bersama oleh penulis Hong Kong dan China daratan.
Pakar pendidikan internasional Universitas Hiroshima, Jepang Futao Huang mengatakan universitas-universitas Hong Kong selalu populer di kalangan orang luar. Hal ini diperkuat oleh “pergeseran geopolitik yang lebih luas” seperti pembatasan pertukaran akademis dan persaingan kecerdasan buatan antara China dan Barat .
Huang mengatakan akademisi di China daratan tertarik dengan lingkungan berbahasa Inggris di Hong Kong. Kondisi ini bisa meningkatkan prospek mereka untuk menerbitkan karya di jurnal yang diakui secara internasional.
“Peningkatan skor kepenulisan kolaborasi… kemungkinan besar dapat dikaitkan dengan semakin banyaknya kehadiran akademisi China daratan di universitas-universitas Hong Kong,” kata Huang seperti dikutip dari THE.
Ia melanjutkan, “Banyak dari mereka yang memiliki hubungan penelitian yang kuat dengan institusi asal mereka di daratan China, yang berkontribusi pada peningkatan jumlah publikasi bersama.”
(pal/nwk)