Jakarta –
Mendikdasmen Abdul Mu’ti dijapri guru-guru. Hal ini lantaran Mu’ti diberi tahu bila tunjangan guru sudah cair.
“(Tunjangan guru) Sudah cair,” ujar Mu’ti usai Taklimat Media Rapor Pendidikan di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Selasa (18/3/2025) kemarin ditulis Rabu (19/3/2025).
Menurut Mu’ti, dia mendapat laporan dari guru-guru di Kalimantan Barat, Kudus, Jawa Tengah, dan beberapa daerah. Guru-guru tersebut japri ke dirinya bila tunjangan sudah cair. Mereka pun mengucapkan terima kasih pada Mu’ti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Yang punya HP saya, sudah pada japri. (Katanya) Terima kasih tunjangannya sudah saya terima,” ucap Mu’ti.
Guru yang telah menerima tunjangan, lanjut Mu’ti bila datanya sudah lengkap. Jumlah guru yang menerima tunjangan yakni guru ASN sebanyak 1.476.964 dan guru Non-ASN 392.802.
Tunjangan bagi guru ASN daerah dan PPPK sebelumnya disalurkan melalui Pemda menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik. Kini dana tersebur langsung ditransfer oleh Kementerian Keuangan untuk meningkatkan efisiensi birokrasi dan menghindari keterlambatan pencairan dana kepada 1,47 juta guru ASN dan 392 ribu guru Non-ASN akibat permasalahan terkait administrasi.
Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani mengatakan guru-guru harus melakukan verifikasi dan validasi rekening agar tunjangan cair. Sejak pernyataan tersebut dikeluarkan pada Sabtu (8/3/2025) lalu, menurut Nunuk baru 70% data rekening guru tervalidasi. Jumlah ini setara dengan sekitar 900 ribu data rekening guru yang disampaikan oleh pemerintah daerah.
Bagi guru ASN, tunjangan yang akan diterima sama dengan gaji pokok mereka per bulan. Besarannya bervariasi dihitung dari bulan Januari hingga Maret 2025.
Sedangkan bagi guru non ASN yang sudah bersertifikasi akan mendapat tunjangan Rp 2 juta/bulan. Karena itu di bulan Maret ini tunjangan yang akan diterima yakni Rp 6 juta.
(nwy/nwk)