Jakarta –
Persoalan sampah masih menjadi salah satu isu utama yang mendera sungai di Jakarta. Terlepas dari edukasi yang terus menerus dilakukan, masyarakat masih sering membuang sampah di sungai, sehingga menghambat jalannya air dan merusak lingkungan, bahkan menyebabkan banjir.
Menyadari mendesaknya permasalahan tersebut, siswi-siswi BINUS SCHOOL Simprug membuat gerakan Sungai Harapan yang berfokus pada kebersihan sungai. Gerakan ini telah melakukan aksi nyata dengan memasang trash barrier atau penjaring sampah di sungai sekitar Permata Hijau, Jakarta Selatan.
Adapun trash barrier merupakan alat yang dibuat untuk menjaring sampah terapung di perairan. Fungsinya agar sampah yang datang bisa tersaring dan tidak mencemari sungai-sungai di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diinisiasi oleh sejumlah siswi BINUS SCHOOL Simprug yang duduk di kelas tiga SMA, gerakan Sungai Harapan memiliki moto ‘Reviving Rivers, Renewing Hope’.
Perwakilan Sungai Harapan, Revalina, mengatakan kehadiran gerakan ini adalah upaya mereka untuk mengembalikan peran sungai yang bersih dari sampah sehingga ekosistem sungai dan sekitarnya bisa sehat kembali.
“Untuk mengembalikan dan menjaga kesehatan lingkungan dengan mengurangi sampah, terutama di sungai, melalui gerakan dan aksi langsung yang inovatif untuk mengurangi sampah,” ungkapnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (6/2/2025).
Selain itu, gerakan Sungai Harapan juga bertujuan untuk membangun manajemen sampah yang efektif di sungai-sungai serta mendorong anak muda untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan sukarela yang memperhatikan lingkungan.
Lebih lanjut, peran yang dilakukan oleh Sungai Harapan selaras dengan visi dari BINUS SCHOOL untuk membina dan memberdayakan masyarakat, setiap BINUSIAN bisa memberikan dampak positif bagi orang banyak.
(ega/ega)