Jakarta –
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengungkapkan perhatian Presiden Prabowo Subianto akan pendidikan karakter siswa. Untuk itu Kemendikdasmen akan meluncurkan program ‘7 Kebiasaan Baik’ pada Hari Guru Nasional 25 November 2024 nanti.
“Pak Presiden selalu menyoroti pendidikan karakter bagi peserta didik karena menurutnya, pembangunan fisik tidak memiliki makna jika manusianya tidak memiliki kualitas,” kata Atip di tengah-tengah silaturahminya di SMA Plus Muallimin Rajapolah, Tasikmalaya pada Jumat-Sabtu (1-2/11/2024) lalu dalam rilis yang diterima Minggu (3/11/2024).
Wamendikdasmen Atip mengungkap Kemendikdasmen akan meluncurkan program bertajuk “7 Kebiasaan Baik”. Program ini berisikan landasan nilai-nilai kebiasaan yang harus ada dalam diri setiap siswa. Program tersebut rencananya akan diluncurkan pada peringatan Hari Guru Nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kementerian Insyaallah akan meluncurkan program yang bernama “7 Kebiasaan Baik” saat perayaan Hari Guru Nasional nanti,” ujar Wamendikdasmen Atip dalam kunjungannya ke SMP/SMA Plus Nashrul Haq Sukasari, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Poin-poin ‘7 Kebiasaan Baik’
Wamendikdasmen Atip merinci sejumlah poin dalam program 7 Kebiasaan Baik yaitu kebiasaan bangun pagi, kebiasaan beribadah, kebiasaan sarapan pagi, kebiasaan olahraga, kebiasaan membaca, dan ada dua kebiasaan lain yang nanti akan dipaparkan pada peluncurannya.
“Harapannya, apabila dilakukan secara berulang-ulang, kebiasaan ini bisa menjadi nilai yang tertanam pada diri siswa, khususnya kelompok usia sekolah dasar sehingga fondasi karakter siswa semakin kuat,” jelas Wamendikdasmen Atip.
Bangun Dua Jenis Sekolah Unggul
Pada kesempatan yang sama, ia juga menjabarkan adanya proyek pembangunan sekolah unggul yang digagas bersama Presiden Prabowo. Sekolah unggul tersebut rencananya bakal digarap pada tingkat sekolah menengah atas (SMA) terlebih dahulu.
Ada dua jenis sekolah unggul yang akan dibangun yaitu Sekolah Unggul Garuda yang dibangun dari awal dan Sekolah Unggul Garuda Transformasi yang merupakan sekolah binaan. Sekolah Unggul Garuda Transformasi adalah peningkatan dari sekolah yang sudah ada dan terbuka, baik untuk sekolah negeri maupun swasta.
“Tujuannya, kami ingin menghasilkan lulusan kompeten yang dapat diterima di top 100 perguruan tinggi dunia,” ujar Atip.
Belajar Matematika Menyenangkan dengan Animasi
Kemendikdasmen juga akan melakukan beberapa hal dalam rangka mencapai quick win yang telah ditentukan bersama Presiden untuk meningkatkan karakter siswa dan kualitas pendidikan di Indonesia.
Ia menerangkan, quick win merupakan hasil apa yang harus segera terlihat dan terasa untuk warga pendidikan. Dalam mengejarnya, Kemendikdasmen akan fokus pada pembenahan pendidikan nilai dan penguatan literasi serta numerasi yang berkaitan dengan logika dan matematika.
Soal peningkatan keterampilan literasi dan numerasi, mengikuti arahan Presiden Prabowo, Kemendikdasmen diminta merevitalisasi sistem belajar bidang sains dan teknologi, khususnya matematika dan pembiasaan membaca di sekolah.
Wamendikdasmen Atip mengatakan logika matematika tidak pernah lepas dari penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, maka penting untuk membuat siswa senang dalam mempelajarinya.
“Rencananya, karena yang disasar utamanya adalah sekolah dasar, kami akan membuat konsep Matematika melalui animasi dengan tokoh-tokoh familier agar menyenangkan,” ungkapnya.
Peningkatan keterampilan literasi dan numerasi menurutnya juga merupakan upaya Kemendikdasmen mengejar skor Programme for International Student Assesment (PISA) pendidikan Indonesia.
(nah/nwk)