Jakarta –
Rektor-rektor dari universitas top di Indonesia turut hadir dalam acara Silaturahmi Kebangkitan Kaum Dhuafa bersama Menteri Dikti Saintek, Menteri Agama, dan Menteri Sosial di gedung SMA Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo, Jawa Tengah pada Minggu (23/3/2025). Dalam kesempatan yang disediakan, masing-masing rektor menawarkan beasiswa kuliah untuk lulusan dari SMAU CT Arsa.
Rektor dan perwakilan pimpinan universitas kenamaan yang hadir, antara lain:
– Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof Widodo, S Si, M Si, Ph D Med Sc
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
– Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof Dr Hartono, dr, M Si
– Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof Dr Suharnomo, S E, M Si
– Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof Dr Nurhasan, M Kes
– Rektor Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Mohammad Nasih, M T, Ak, CA
– Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof Dr Sumaryanto, M Kes, AIFO
– Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Arie Sujito, S Sos, M Si
– Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Surabaya (ITS), Prof Nurul Widiastuti
– Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Bisnis & Hubungan Internasional di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Dr Nur Qudus, M T, IPM.
Dalam acara tersebut, rektor-rektor telah mendengar pencapaian siswa-siswi SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo. Salah satu yang menonjol, ialah lulusan yang mayoritas diterima di kampus top dengan beasiswa, bahkan hingga diterima kampus luar negeri.
Maka dari itu, dalam kesempatan tersebut, rektor-rektor turut memberikan penawaran beasiswa bagi siswa-siswi kelas 12 yang tengah menjalani proses seleksi masuk perguruan tinggi.
Momen Rektor-rektor dari Kampus Top RI Menawarkan Beasiswa ke Siswa-siswi SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo
1. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof Dr Nurhasan, M Kes, langsung membuka kesempatan berbicaranya dengan menawarkan 20 kuota kepada siswa lulusan SMA CT Arsa tahun ini.
Pernyataan itu pun membuat siswa-siswi bersorak dan memberi tepuk tangan meriah.
“Jumlah siswanya yang mau lulus berapa? 104 ya? Yang mau kuliah di Unesa (dari SMA CT Arsa) saya beri kuota 20. Kalau nanti ada sisa (dari kampus lain), boleh ke Universitas Negeri Surabaya,” jelas Nurhasan, disusul tepuk tangan dari para siswa di SMA Unggulan CT Arsa.
“Universitas Negeri Surabaya ada program studi S1-nya 116 dan tahun kemarin untuk PTN-BH ranking 1 indikator kinerja utama. Silakan memilih, tolong adik-adik ketika menentukan prodi harus sesuai dengan passionnya. Jangan ikut-ikutan teman, harus punya pendirian, agar ketika kuliah bisa sukses,” tambahnya.
2. Universitas Airlangga (Unair)
Rektor Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Mohammad Nasih, M T, Ak, CA, membuka kesempatan dengan menyebutkan prestasi Unair baru-baru ini. Salah satunya, program studi yang subjeknya masuk 500 top dunia versi QS WUR by Subject 2025.
“Dari 308 seluruh dunia, kemarin ada 16 program studi yang masuk 500 top dunia. Alhamdulillah. Ada 1 program studi kedokteran hewan yang masuk nomor 3 se-Asia, nomor 2 se-Asia Tenggara,” terangnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa potensi diterima di Unair lewat jalur KIP Kuliah juga lebih besar.
“Untuk kemungkinan diterimanya, KIP Kuliah justru lebih besar dibandingkan dengan reguler. Angkanya kalau reguler 22% persaingan diterimanya, sementara KIP Kuliah 24%. Jadi KIP Kuliah ini orangnya pintar-pintar dan kemudian memang peluang masuknya menjadi lebih besar,” ujar Moh Nasih.
“Sehingga nggak usah ragu, teman-teman semua yang KIP Kuliah itu peluangnya sangat-sangat besar. Kalau di Unair, kalau KIP Kuliah kita menerima 600 sekian SNBP dari KIP Kuliah, sebelumnya 300-400,” imbuhnya.
Tak lupa, Rektor Unair juga menerangkan jalur andalan dalam seleksi masuk di kampusnya, yakni jalur Golden Ticket. Menurutnya, siswa-siswi di CT Arsa sangat berpotensi mendaftar jalur tersebut karena punya prestasi.
“Di Unair juga punya jalur Golden Ticket, yang ini kawan-kawan bisa ikut punya prestasi apa, prestasi apa pun termasuk keagamaan, termasuk di lab yang bisa bikin pengganti plastik dan lain-lain kita beri kesempatan secara tersendiri, termasuk yang punya kapasitas kepemimpinan yang bagus,” ungkapnya.
“Catatan kami di SNBP kemarin, itu ada 200 sekian peserta yang ikut dalam Golden Ticket, masuk dalam kategori yang prestasi akademik, juara lomba apa kita beri prioritas. Bahkan ada 400 lebih yang ketua umum Pramuka itu yang masuk Unair melalui proses Golden Ticket. Ada 138 yang ikut golden ticket jalur tahfidz dan masuk di Universitas Airlangga,” jelasnya kemudian.
Ia pun menutup dengan ajakan kepada siswa yang punya prestasi untuk mendaftar di Universitas Airlangga.
“Punya prestasi apa pun, kami dengan senang hati akan memberikan prioritas kepada Anda semuanya. Sampai ketemu di Universitas Airlangga dan menjadi ksatria-ksatria muda Airlangga,” pungkas Rektor Unair yang disambut tepuk tangan siswa.
3. Universitas Brawijaya (UB)
Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof Widodo, S Si, M Si, Ph D Med Sc, menjelaskan secara singkat dan tegas untuk siswa bisa memilih prodi yang disediakan di UB.
“Kalau mau di Universitas Brawijaya, kita 184 program studi yang siap menerima adik-adik. Silakan pilih mau yang mana,” katanya.
4. Institut Teknologi Surabaya (ITS)
Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Surabaya (ITS), Prof Nurul Widiastuti, menjelaskan bahwa di ITS sangat terbuka untuk menerima adik-adik dari program KIP Kuliah.
Untuk tahun ini, di SNBP ITS telah menerima 319 dari KIP-K dan dari 3T. Bagi yang bukan dari KIP-K saat mendaftar kuliah, masih bisa mengajukan saat sudah resmi diterima.
“Untuk siswa yang belum mendapat KIP-K ketika masuk di ITS dan teridentifikasi sebagai siswa dari keluarga yang kurang beruntung, akan kami upayakan untuk mendapatkan KIP-K dan juga beasiswa. Seperti halnya yang selalu diamanahkan oleh Pak Nuh selaku Ketua MWA ITS, bahwa ITS membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja, dan tidak boleh putus kuliah karena kurang biaya. Itu yang terus kami upayakan,” terangnya.
Widiastuti juga mengatakan, di program mandiri ITS juga terdapat 5% kuota khusus untuk siswa dari keluarga kurang beruntung.
“Kami sediakan beasiswa IPI dari Dana Abadi ITS. Dengan prestasi (siswa) yang luar biasa. Saya yakin dari 100 sekian yang akan lulus di sekolah ini (CT Arsa), silakan bisa dimanfaatkan. Kalau 5% di ITS ada sekitar 87 siswa yang akan mendapatkan (beasiswa IPI) di sana. Kami tunggu adik-adik di sekolah CT Arsa Foundation ini, silakan nanti bila berminat bisa merapat bersama kami di ITS. Kami tunggu,” tuturnya.
5. Universitas Diponegoro (Undip)
Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof Dr Suharnomo, SE, M Si, langsung menjelaskan bahwa Undip menerima mahasiswa dari KIP Kuliah dengan jumlah yang banyak. Selain itu, juga ada beasiswa kuliah yang full gratis untuk 120 mahasiswa.
“Mulai tahun kemarin selain menerima Bidikmisi (kini KIP Kuliah) sekitar 23%, kalau indeks Undip itu 10 ribu, berarti 2.500 mahasiswa itu dari Bidikmisi, banyak banget. Di lain itu, kita juga menerima 120 mahasiswa yang benar-benar gratis, di luar Bidikmisi,” jelasnya.
“Monggo melanjutkan dari yang sini, saya rasa teman-teman (di SMA Unggulan CT Arsa) bisa melanjutkan sekolah gratis di Universitas Diponegoro. Terima kasih,” tambahnya.
6. Universitas Sebelas Maret (UNS)
Selanjutnya ada Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof Dr Hartono, dr, M Si. Ia mengatakan bahwa UNS merupakan kampus yang paling dekat dengan SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo.
“Perguruan tinggi negeri yang paling dekat dari SMA CT Arsa,” ucapnya dengan nada bergurau.
Dengan tepuk tangan yang meriah dari siswa, ia sekaligus menjelaskan bahwa UNS menerima kuota KIP Kuliah yang cukup banyak mencapai 3.000 mahasiswa.
“Untuk UNS, kuota KIP-nya 1.800. Tapi kami tiga tahun terakhir, menerima sekitar 3.000 dari 10.000 mahasiswa,” lanjutnya.
“Jadi kalau tadi Unair, di SNBP menerima KIP 600, kemudian ITS 300, Alhamdulillah UNS bisa menerima 898. Jadi kesempatan terbuka lebar,” tutur Hartono, yang lagi-lagi disambut dengan tepuk tangan siswa-siswi SMAU CT Arsa.
7. Universitas Gadjah Mada (UGM)
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Arie Sujito, S Sos, M Si, mengatakan sangat terbuka untuk menerima lulusan dari SMAU CT Arsa. Ia mengatakan bahwa penawaran dari setiap rektor, bukan persaingan melainkan kerja sama.
“Saya dengan sangat terbuka, mari kuliah di UGM. Karena UGM, banyak beasiswa. Ada 18 fakultas dan 2 sekolah,” ucapnya
“Antar universitas tidak boleh bersaing, tapi bekerja sama. Kami percaya bahwa sekolah yang akan bisa memfasilitasi kalian semua, semua baik, dan saya percaya, mentalitas, modalitas yang Anda dapatkan dari CT Arsa Foundation, sekolah ini sangat baik. Itu akan jadi modalitas untuk kalian,” tambah Sujito.
Ia juga menjelaskan kalau di UGM, agar berani untuk mendaftar. Sebab, beasiswa di UGM juga banyak, termasuk afirmasi.
“Pokoknya kalau nanti ingin kuliah di UGM, daftar aja, masuk. Kami juga afirmasi. Kami punya prinsip, tidak boleh orang tidak sekolah gara-gara nggak punya duit, tidak boleh orang nggak bisa sekolah karena miskin,” jelasnya.
“Karena sekolah ini akan bisa membuat kita maju memimpin bangsa ini. Menangkan orang-orang miskin, karena keadilan, kesejahteraan akan kita perkuat,” tuturnya.
Terakhir, ia mengajak siswa-siswi untuk terus berjuang dan jangan menyerah. Jika tidak diterima maka tidak boleh terpuruk dan harus segera bangkit.
“Bangsa ini akan besar dengan peran-peran kalian semua. Sekali lagi selamat datang nanti di UGM. Ada muda jangan cengeng, harus kuat, jangan rapuh. Mungkin kemarin nggak diterima, yakin ke depan bisa diterima. Selamat datang di UGM,” pungkasnya.
8. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof Dr Sumaryanto, M Kes, AIFO, langsung menjelaskan bahwa UNY memiliki 106 program studi baik akademik maupun terapan. Semua prodi-prodi tersebut, siap untuk menerima lulusan terbaik dari CT Arsa.
“Insya Allah kami bismillah siap menerima adik-adik. Satu yang kami persembahkan, karena saat ini 10.000 mahasiswa di UNY itu dapat beasiswa,” ungkapnya.
“Kalau nanti ada yang kurang dari beasiswa, karena saya termasuk penggemar Pak CT, insya Allah Sumaryanto siap menjadi Bapak Asuh. Wassalamu alaikum wa rahmatullah wabarakatuh,” imbuhnya.
9. Institut Teknologi Bandung (ITB)
Dalam pemaparan rektor, terlintas bahwa ITB belum ada perwakilannya. Namun, karena ada Mendiktisaintek Brian Yuliarto yang merupakan Guru Besar di ITB, pemaparan di ITB diwakili olehnya.
Brian langsung mengatakan bahwa ITB memiliki prinsip bahwa siswa tidak boleh putus studi karena masalah ekonomi. Maka dari itu, ITB memiliki sederet beasiswa yang bisa dituju.
“Adik-adik sudah mengetahui, sangat welcome dengan kampus lain, di ITB. Tidak ada yang putus kuliah hanya karena masalah ekonomi. Jadi, jangan khawatir untuk mendaftar ke ITB, silakan dipilih bidang-bidang tekniknya, science. Kerja sama kampus di luar negeri juga banyak,” katanya.
Brian juga mengajukan pertanyaan kepada siswa-siswi kelas 12 di SMA Unggulan CT Arsa, “Siapa yang mau masuk ITB nih? Ya nanti silakan mendaftar, semoga kita ketemu.”
Pertanyaan Mendikti langsung disambut sorak sorai dengan lebih dari separuh siswa mengangkat tangan.
“Kalau di ITB, saya promosinya satu aja, di sana dingin jadi kuliahnya enak, kalau di kampus lain kan panas. Terima kasih,” tutupnya.
(faz/nwk)