Jakarta –
Seorang siswa kelas 1 SMA di New York City (NYC) Amerika Serikat (AS) tak sengaja menemukan ‘gema cahaya’ raksasa. Jejak radiasi lubang hitam.
Adalah Julian Shapiro (17), siswa SMA kelas 1 di The Dalton School, NYC yang menemukannya, seperti dilansir dari Live Science, Minggu (23/3/2025), ditulis Senin (24/3/2025).
Awalnya, Shapiro mulai menyaring survei DECaPS2 – inventaris bidang galaksi selatan dari Dark Energy Camera di Cerro Tololo Inter-American Observatory di Chile – untuk menemukan puing-puing bintang yang meledak di sisa-sisa supernova dan nebula planet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat menyaring tanda-tanda sisa supernova, ini, Shapiro menemukan sisa cahaya dari lubang hitam yang tidak aktif. Itu mungkin salah satu yang terbesar yang pernah terlihat. Ukurannya, dua kali Galaksi Bima Sakti.
Lama setelah lubang hitam di pusat galaksi meledak, biasanya masih dapat melihat bayangannya berkeliaran di awan gas di sekitarnya yang bersinar dengan sisa radiasi, seperti gumpalan asap yang berasal dari api yang telah padam.
Para astronom menyebut hantu kosmik ini ‘gema cahaya’ dan itulah yang ditemukan Shapiro saat memindai kosmos untuk mencari sisa-sisa supernova.
“Ada wilayah gas terluar yang terionisasi oleh lubang hitam supermasif, yang menghasilkan gema ini,” kata Shapiro pada presentasi 20 Maret di KTT Fisika Global American Physical Society (APS) 2025 dilansir Live Science.
Namun setelah memusatkan perhatian pada satu objek tersebut, ia menemukan strukturnya tidak sesuai dengan filamen tipis yang menjadi ciri sisa supernova, juga tidak menunjukkan bukti adanya supernova di pusatnya.
“Sungguh mengejutkan menemukan ini,” kata Shapiro kepada Live Science.
Objek tersebut, yang ia yakini sebagai ‘gema cahaya’, berada di bidang lubang hitam supermasif potensial. Dengan menggunakan pengukuran dari Teleskop Besar Afrika Selatan, ia menemukan kandungan oksigen dan sulfur terionisasi yang tinggi tersebar di wilayah tersebut – keduanya merupakan indikator material yang terguncang.
Semua tanda ini menunjukkan bahwa objek tersebut merupakan sisa cahaya dari lubang hitam yang sekarang tidak aktif, yang pernah memuntahkan radiasi yang mengionisasi gas di sekitarnya, menyebabkannya memancarkan cahaya bahkan setelah lubang hitam tersebut tenang.
(nwk/nwk)