Jakarta –
Skor siswa Indonesia pada penilaian pelajar internasional, Programme for International Student Assessment (PISA) ditargetkan Pemerintah bisa menyamai skor anak-anak di negara Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada 2045.
Skor ini digunakan untuk mencerminkan kemampuan literasi dan numerasi siswa RI berdasarkan skor siswa usia 15 tahun yang tersampel untuk kut asesmen.
Merespons target peningkatan literasi dan numerasi anak Indonesia, diaspora RI di Australia Sitti Patahuddin mengusulkan pendekatan penalaran spasial. Ia merupakan Associate Professor in STEM Education, Fakultas Pendidikan, University of Canberra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Literasi, Numerasi, dan Penalaran Spasial
Sitti menjelaskan, literasi dalam hal ini adalah proses mengunakan, membaca, menulis, dan bicara, untuk menyarikan, memebangun, menggabungkan, dan mengkritik makna pada teks beragam konteks. Sedangkan numerasi dalam konteks pendidikan di Australia adalah pengetahuan, keterampilan, dan perilaku untuk bisa menggunakan matematika secara efektif di berbagai situasi.
Salah satu pengembangan terbaru dalam pendidikan matematika di sana adalah fokus pada penalaran spasial (spatial reasoning). Sitti menjelaskan, Pemerintah Australia kini mengintegrasikan pendekatan spatial reasoning sejak usia dini pada 3 tahun. Dalam hal ini, penalaran spasial dinilai penting untuk mengasah kemampuan mengolah informasi dan memecahkan masalah.
Penalaran spasial atau berpikir spasial adalah kemampuan untuk melihat, meninjau, dan merefleksi objek spasial, gambar, hubungan, transformasi bentuk. Soal penalaran spasial kerap dijumpai pada tes psikologi, sebagai prediktor utama keberhasilan seseorang dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (science, technology, engineering, and mathematics/STEM).
Contoh Penalaran Spasial
Ia mencontohkan, contoh soal literasi PISA dengan penalaran spasial yaitu menentukan posisi seseorang dari sudut pandang tertentu.
Misalnya soal cerita tentang seseorang yang sedang di sebuah area terbuka yang ada kucing, mobil, dan pohon. Sejumlah area ditandai A hingga H. Dari situ, siswa diminta menunjukkan posisi mobil.
“Bayangkan Anda berdiri di posisi kucing dan menghadap ke pohon. Tentukan posisi mobil. Kita harus menentukan mobil itu berada di A, B, C, D, E, F, G, H,” ucapnya pada forum diskusi Fokus 2024 yang digelar Tanoto Foundation, Selasa (19/12/2024).
Sedangkan pada soal numerasi, penalaran spasial bisa ditemukan dalam pertanyaan susunan koin. Visual angka hasil kuadrat akan membentuk susunan koin menjadi persegi. Misalnya 4 kuadrat sama dengan 16. Untuk membentuk 16, maka akan ada susunan 4 koin ke bawah dan ke samping sebanyak 4 lajur.
Jika bagian dalam persegi kosong tidak diletakkan koin, maka jumlah koin tersebut bukan angka hasil kuadrat.
Pengaruh ke Literasi dan Numerasi
Penelitiannya dan rekan-rekan menunjukkan, mengintegrasikan spatial reasoning ke dalam pengajaran matematika dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan numerasi siswa.
Studi tersebut mendapati, setelah intervensi 10 minggu di SD, siswa di kelas yang mendapat pelatihan penalaran spasial ternyata menunjukkan peningkatan kemampuan matematika yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
Sitti menjelaskan, soal-soal dalam tes internasional seperti PISA pun sebetulnya banyak melibatkan aspek spatial reasoning. Namun, pendekatan pengajaran tradisional sering kali melewatkannya dan siswa lebih diberi rumus dan prosedur pengerjaan soal. Alhasil, kemampuan berpikir spasial anak kurang berkembang.
Sejumlah hasil studinya dan mahasiswa bimbingannya menyarankan agar pendekatan berpikir spasial diintegrasikan ke dalam pengajaran matematika dan literasi. Caranya juga perlu interaktif dan bermakna, seperti lewat visualisasi dan imajinasi siswa.
Skor PISA Indonesia
Angka-angka skor PISA sendiri dimaksudkan untuk mencerminkan kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia. Skor PISA 2022 Indonesia menunjukkan 18 persen siswa yang mencapai level 2 matematika. Sedangkan rata-rata negara OECD mencapai 9 persen yang mencapai level 4 dan 5. Di Singapura, pemuncak ranking PISA 2024, sekitar 41 persen siswanya mencapai level 5 adan 6.
Skor PISA 2022 global turun sepanjang pandemi, termasuk skor siswa RI. Namun, skor PISA Indonesia telah sejak tahun 2000 termasuk yang kelompok rendah dibandingkan negara-negara partisipan asesmen.
PISA RI 2022 juga tidak masuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024. Skor PISA 2022 Indonesia sendiri turun menjadi 359 dari 371 pada 2018, sebagaimana diumumkan pada Desember 2023 lalu. Sedangkan RPJMN 2024 menargetkan skor membaca 392.
Skor matematika juga turun menjadi 366 dari 379, sementara RPJMN 2024 menargetkan 388. Skor sains pun turun dari 396 menjadi 383, dengan target RPJMN 2024 sebesar 402.
(twu/nah)