Jakarta –
Saat nama teman-temannya masuk dalam daftar siswa yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025, tak ada nama Dafa Aziz. Namun, namanya tercantum dalam calon mahasiswa di 12 kampus luar negeri.
Dafa Aziz merupakan siswa dari SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo yang pada tahun ini mendaftar ke 15 kampus luar negeri. Hasil sementara, ia berhasil lolos ke 12 kampus dan menunggu 3 pengumuman lagi dalam waktu dekat.
Apa yang diraih oleh Dafa, bukan hal yang mudah. Pasalnya, ia berawal dari siswa yang memiliki kemampuan bahasa Inggris tergolong di bawah rata-rata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, iya berjuang keras untuk meningkatkan skill, akademik, dan organisasi selama SMA. Kemudian, mengasah kemampuan bahasanya melalui program Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Afirmasi Taman Sains.
Program tersebut merupakan beasiswa terintegrasi yang dikelola Kemendikbudristek untuk mendukung generasi muda. Melalui program ini, perjuangan Dafa menuju luar negeri mulai diuji.
Memiliki Motivasi sejak Sebelum SMA
Dafa mengatakan, bahwa sejak awal mau masuk jenjang SMA, sudah memiliki cita-cita untuk ke luar negeri. Hal ini dipicu oleh kakak kelasnya yang lulusan SMA Unggulan CT Arsa, lolos beasiswa ke Jepang.
“Waktu pertama kali punya interest buat study aboard itu waktu masuk ke sini. Ada kakak kelas angkatan 1 di CT Arsa yang keterima di Jepang,” ucapnya saat ditemui di gedung SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo, Rabu (19/3/2025).
“Saya termotivasi dengan itu. Saya cobalah daftar CT Arsa, (karena berpikir) sekolah yang bagus ini,” imbuhnya.
Kemudian selama sekolah, karena memiliki asrama, Dafa tak perlu memikirkan apa pun. Fasilitas akademik hingga kebutuhan sehari-hari sudah dipenuhi oleh sekolah.
Ini yang membuat dirinya bisa fokus belajar dan mengembangkan diri. Tak lupa, ia juga aktif ikut organisasi.
Pada akhir semester 2, ia mantap mendaftar program BIM Taman Sains. Setelah lolos, ia menjalani program intensif selama 10 bulan di Jakarta.
“Ke Jakarta 10 bulan untuk belajar bahasa Inggris dan materi prakuliah, ada matematika, fisik dan coding, iya (STEM),” ungkapnya.
“(Kurikulum) sudah disediakan secara khusus,” lanjut Dafa.
Dalam program tersebut, Dafa berjuang untuk mendapatkan poin IELTS yang maksimal. Hasilnya, setelah passing grade IELTS lolos, langsung apply (ke universitas luar negeri).
Daftar ke 15 Universitas di Luar Negeri, 12 Universitas Menerimanya
Tak tanggung-tanggung Dafa mengirim lamaran ke 15 universitas di luar negeri. Ia mengatakan, tak ingin menyia-nyiakan lroses belajar dan hasil IELTS yang sudah didapat sehingga ia mendaftar ke banyak universitas.
“Apply kurang lebih ada 15 universitas (luar negeri). 12 universitas diterima. Australia saya dapat 8 univ. Amerika 2 Univ, 2 Belanda,” terangnya.
Berikut ini daftar kampus yang berhasil menerima Dafa.
Australia
1. University of Sydney – Advanced Computing
2. UNSW Sydney – Electrical Engineering
3. Monash University – Applied Data Science
4. The University of Queensland – Bachelor Of Engineering
5. RMIT University – Civil and Infrastructure Engineering
6. University of Adelaide – Electrical & Electronic Engineering
7. Curtin University – Mining Engineering
8. University of Western Australia – Computer Science
Amerika
9. Cleveland State University – Chemical Engineering
10. University of New Orleans – Computer Science
Belanda
11. Wageningen University & Research – Food technology
12. Wageningen University & Research – Environmental Sciences
Menunggu Pengumuman:
1. University of California, Berkeley – Data Science
2. Michigan University An Arbhor – Data Science
3. Nanyang Technological University – Data science & Artificial Intelligence
(faz/nwk)