Berjualan di Kios Kaki Lima, Mahasiswa Bantul Ini Bangun Perpustakaan Mini untuk Anak Kampung
Di balik kios kaki lima kecil di Bantul, Fajar Nugroho menyimpan ambisi yang jauh lebih besar: membuat anak-anak di kampungnya mencintai buku. Setiap malam setelah berjualan, Fajar merapikan ratusan buku koleksinya yang ia pinjamkan gratis kepada tetangga sekitar.

Fajar Nugroho
Bidang: Literasi dan Sosial
Daerah: Bantul
Prestasi: Mendirikan perpustakaan mini gratis dengan lebih dari 600 koleksi buku untuk anak-anak kampung.
Tanya: Bagaimana awal mula ide perpustakaan mini ini muncul?
Fajar: Awalnya sederhana saja. Saya punya tiga rak bekas dan sekitar 40 buku sisa kuliah yang menumpuk. Daripada berdebu, saya tata di depan kios dan saya pinjamkan gratis ke anak-anak sekitar. Ternyata mereka antusias, jadi saya lanjutkan sampai sekarang.
“Akses terhadap buku tidak seharusnya menunggu fasilitas lengkap. Cukup satu rak, satu tirai terbuka, dan niat untuk berbagi.”
Fajar Nugroho
Tanya: Bagaimana membagi waktu antara kuliah, berjualan, dan mengurus perpustakaan?
Fajar: Setiap malam setelah berjualan, saya merapikan dan mencatat buku-buku koleksi. Kalau akhir pekan, halaman depan kios berubah menjadi kelas baca yang diikuti belasan anak. Capek pasti ada, tapi melihat mereka berebut buku baru rasanya terbayar.
Tanya: Koleksinya sekarang sudah sebesar apa, dan dari mana saja bukunya?
Fajar: Sekarang koleksinya sudah lebih dari 600 judul. Sebagian besar hasil donasi warga dan teman-teman satu kampus yang ikut tergerak. Saya tidak menyangka sambutannya sebesar ini.
Kisah Fajar menunjukkan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari panggung besar. Dari kios kaki lima dan tiga rak bekas, ia membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari halaman rumah sendiri — asal ada niat untuk berbagi.


